Cara Cek Status Recall Mobil Honda di Indonesia


Honda Prospect Motor (HPM) telah mengumumkan kampanye perbaikan atau recall 85.025 unit mobil atas masalah pompa bahan bakar. Mengingat jumlahnya yang banyak, para pemilik mobil Honda dianjurkan segera mengecek status recall agar bisa langsung mendapatkan penanganan.

Recall pompa bahan bakar yang diumumkan HPM pada 15 Juli melibatkan nyaris semua model yang ditawarkan, yaitu Brio, Mobilio, Jazz, BR-V, HR-V, CR-V, City, Civic, dan Accord. Mobil-mobil yang terlibat diproduksi antara 2017 hingga 2019.

Ada beberapa cara pemilik mengecek status recall, paling mudah yakni menggunakan ponsel lalu membuka situs khusus yang sudah dibuat Honda Prospect Motor (HPM), yakni pud.honda-indonesia.com.

Setelah membuka situs, buka menu ‘Check My Honda’, lantas konsumen diminta memasukkan nomor rangka mobil pada kolom yang sudah disediakan.

Catatan nomor rangka mobil Honda bervariasi, yakni di pilar pintu penumpang depan, di bawah kap mesin, atau di bawah kursi pengemudi atau penumpang. Namun cara paling mudah mengetahui nomor rangka yakni melihat di STNK atau BPKB.

Pengecekan melalui situs itu bukan hanya untuk status recall pompa bahan bakar, melainkan juga masalah recall lainnya yang sudah diumumkan HPM, yaitu soal airbag, brake master cylinder, switch door mirror, motor electric power steering, dan shift knob button.

“Jadi bisa cek melalui website resmi kami dengan memasukkan nomor rangka kendaraan. Disana akan diinfokan apakah kendaraan masuk dalam recall atau tidak,” kata Business Innovation and Sales & Marketing Director HPM Yusak Billy melalui pesan singkat, Rabu (22/7).

Menurut Billy, pihak dealer Honda juga akan menginformasikan status recall mobil ketika pemilik melakukan perawatan berkala. Pemilik mobil juga diimbau menanyakan status recall setiap kali membawa mobil ke bengkel resmi.

Lokasi dealer dan bengkel resmi Honda bisa dicek di tautan ini.
Lihat juga:Honda Respons Recall Imbas Kerusakan yang Sama dengan Xpander

Billy menjelaskan pihaknya menghubungi pemilik mobil yang terlibat melalui email setiap kali menggelar kampanye recall. Meski demikian email bisa jadi tidak sampai atau salah sasaran misalnya kepemilikan mobil sudah berpindah tangan.

“Dan Untuk pemilik mobil bekas yang masih merawat kendaraannya di dealer resmi kami, maka kami akan memberikan direct mail ke konsumen tersebut. Karena kami memiliki data ter-update-nya,” ungkap dia.

Selain itu, kata Billy, informasi resmi terkait recall pasti diumumkan melalui media, media sosial, hingga situs resmi agar menjangkau banyak konsumen. Kata dia dalam setiap pengumuman tersebut akan dijabarkan model dan tahun produksi mobil yang harus menjalani perbaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *