Ingin Ganti Mobil? Simak Dulu 6 Pertimbangan Finansial Berikut Ini

Ingin Ganti Mobil? Simak Dulu 6 Pertimbangan Finansial Berikut Ini

Ingin Ganti Mobil? Simak Dulu 6 Pertimbangan Finansial Berikut Ini

Mobil lama sudah tak enak dipandang meski masih sanggup berfaedah dengan baik? Merasa idamkan langsung ganti mobil dikarenakan tetangga kiri dan kanan sudah lebih dahulu ganti mobil? Jangan sampai hal-hal selanjutnya yang menjadi alasan utama Anda idamkan langsung ganti mobil lama dengan yang baru.
Pasang Bola
Mengganti mobil lama dengan yang baru tentunya sah-sah saja, dikarenakan setiap mobil tentu punya masa kelayakan pakai yang berbeda, satu dengan lainnya. Jika mobil lama sudah tak layak pakai, tentu lebih baik diganti dengan yang berusia lebih muda.

Sebab kami membutuhkan mobil yang sanggup diandalkan untuk kegiatan keseharian, tanpa mengakibatkan kerepotan layaknya rusaknya dan gangguan-gangguan lain dikarenakan usia mobil yang menua.

Namun, sering dijumpai, pergantian mobil bukan didasarkan atas hal-hal selanjutnya di atas, melainkan lebih lantaran dikarenakan permintaan semata, bukan dikarenakan kebutuhan. Padahal, pola pikir yang layaknya ini sanggup mengganggu kondisi finansial Anda.

Oleh dikarenakan itu, ada sebagian pertimbangan finansial yang harus diperhatikan sebelum Anda merasa yakin bahwa Anda harus mengganti mobil lama Anda. Simak selengkapnya terhadap ulasan selanjutnya ini.

1. Mobil lama Anda tambah sering butuh perbaikan dan suku cadangnya tambah langka

Sudah menjadi perihal yang lumrah, bahwa tambah tua mobil maka tambah banyak pula suku cadang yang harus diganti. Di samping itu, kondisi mobil Anda tidak ulang serupa layaknya pas masih baru.

Bisa jadi, suku cadang dari mobil yang kami punya menjadi tambah sukar dicari di pasaran. Kondisi mesin yang sudah tak sempurna pun menyebabkan kami harus bolak-balik bengkel, yang akhirnya menguras tabungan kami sendiri.

Jika kondisinya layaknya ini, keuangan Anda yang dipertaruhkan. Maka, tidak salah bagi Anda untuk memperhitungkan untuk mengganti mobil baru.

2. Dana untuk membeli mobil sudah mencukupi

Pastikan keuangan Anda dalam kondisi sehat pas bakal mengganti mobil lama dengan yang baru dengan skema pembelian tunai. Bagaimana Anda sanggup jelas kondisi keuangan sehat atau tidak sehat? Kondisi itu sanggup ditunjukkan dari jumlah ketersediaan uang tabungan Anda pas ini.

Ada dua langkah untuk mengukur kapabilitas Anda dalam membeli mobil:

– Pastikan saja dana darurat Anda tidak terpakai untuk membelinya

– Pastikan sehabis Anda membeli mobil secara tunai, jumlah aset lancar Anda masih di kisaran 15% sampai 20% dari kekayaan bersih.

Dana darurat adalah dana tunai simpanan yang digunakan cuma terhadap kondisi darurat, layaknya seandainya berjalan pemutusan jalinan kerja atau salah satu anggota keluarga mengalami kecelakaan atau sakit berat. Maka, amat tidak bijak seandainya mengorbankan dana darurat untuk membeli mobil.

Sementara itu, aset lancar adalah tabungan, kas, dan setara kas yang Anda miliki. Nilai rasio aset lancar berbanding kekayaan bersih didapat dari perbandingan total nilai aset lancar (tabungan, kas, dan setara kas) dan kekayaan bersih (total aset – total utang).

Sebagai simulasi, sebut saja ada seorang bernama Arya yang idamkan mengganti mobil lamanya dengan mobil baru. Berikut ini kondisi keuangannya sebelum membeli mobil baru secara tunai.

Total kekayaan bersih yang ia punya sebelum membeli mobil baru adalah Rp 430 juta. Rasio aset lancar terhadap kekayaan bersih Arya adalah:

Total aset lancar/Kekayaan bersih = Rp 240.000.000/Rp 430.000.000 = 55,8%

Kemudian, Arya memastikan untuk mengganti mobil lamanya dengan mobil baru. Ia pakai Rp 200 juta yang ia ambil dari pos kasnya untuk membeli mobil selanjutnya secara tunai.

Arya juga memastikan untuk menjual mobil lamanya. Sayangnya, mobil lama Arya cuma terjual Rp 40 juta saja, yang lantas ia masukkan ke dalam pos kasnya. Sehingga, total aset lancar Arya kini tersisa Rp 80 juta saja.

Maka, rasio aset lancar Arya pas ini adalah sebagai berikut:

Total aset lancar/Kekayaan bersih = Rp 80.000.000/Rp 410.000.000 = 19,5%

Kondisi keuangan Arya sehabis membeli mobil barunya terbilang lumayan sehat, lantaran rasio aset lancar terhadap kekayaan bersihnya yang ada di kisaran 15%-20%.

Jadi, sebelum membeli mobil baru secara tunai, usahakan untuk laksanakan hitung-hitungan simple lebih-lebih dahulu. Kalau mengganti mobil baru jadi bakal menghabiskan semua aset lancar Anda, maka tundalah kemauan Anda. Kumpulkan dana ulang sehingga tidak harus menghabiskan uang di tabungan dan dana darurat.

Cara lainnya, carilah alternatif mobil yang yang lebih murah. Utamakan manfaat dan kebutuhan, ketimbang permintaan punya merek spesifik cuma dikarenakan gengsi.

3. Survei lebih-lebih dulu, apakah biaya perawatan dan operasional mobil baru incaran Anda lumayan terjangkau

Apakah mobil baru incaran Anda punya kapasitas mesin lebih besar dari yang lama? Apakah mobil incaran Anda juga populer sebagai merek yang harga suku cadangnya jauh lebih mahal dari mobil lama?

Tidak ada yang salah seandainya kemauan Anda layaknya itu. Namun, jikalau penghasilan Anda belum mengalami kenaikan secara signifikan, sebaiknya jangan mengincar mobil baru yang kelak justru bakal menaikkan beban pengeluaran Anda untuk biaya perawatan dan operasional.

4. Sudahkah Anda jelas besaran pajak mobil baru yang diincar?

Setelah jelas detil spesifikasi, biaya perawatan dan harga suku cadang mobil incaran Anda, jangan lupakan juga untuk mengecek besaran pajak tahunannya.

Pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu pengeluaran yang berupa harus dibayarkan. Ketika pajak mobil baru Anda amat tinggi, maka pengeluaran pasif Anda pertahun juga bakal tambah tinggi.

5. Jika membeli secara kredit, pastikan total cicilannya tidak melampaui rasio selanjutnya ini

Sebelum memastikan untuk mengkredit, pahami bahwa beban cicilan mobil bakal menjadi pengeluaran pasif yang harus dibayarkan per bulan. Satu perihal paling mutlak yang harus diperhatikan adalah, pastikan sehingga total cicilan perbulan mobil baru Anda ditambah dengan cicilan utang-utang lainnya tidak melebihi 35% dari pemasukan bulanan Anda.

Mari berandai-andai, Anda adalah seorang karyawan swasta yang punya pemasukan bulanan Rp 12 juta. Agar takaran cicilan bulanan Anda tidak melebihi 35% dari pemasukan bulanan dan dengan anggapan Anda tidak punya utang lain pas ini, maka besaran cicilan mobil Anda sebaiknya tidak melebihi:

35% x Rp 12.000.000 = Rp 4.200.000

Misalnya, Anda mengincar mobil baru seharga Rp 200 juta. Anda menjual mobil lama Anda dan pakai sebagian hasil penjualannya yakni Rp 50 juta untuk down payment (DP) mobil baru tersebut. Setelah dipotong DP, maka utang tertunggak Anda adalah Rp 200 juta – Rp 50 juta = Rp 150 juta. Maka, dengan anggapan takaran bunga kredit mobil tahunan sebesar 7% dan pas mengkredit selama 48 bulan, maka jumlah cicilan yang harus Anda bayarkan tiap bulan adalah Rp 4 juta. Tentu angka cicilan bulanan ini masih terhadap batas aman rasio kredit Anda.

Gunakan kalkulator angsuran kredit flat selanjutnya ini untuk laksanakan simulasi cicilan bulanan dan pas mencicil.

6. Siapkah untuk ulang memelihara mobil baru Anda dengan asuransi?

Karena Anda bukan pertama kali ini punya mobil, tentu sudah jelas betapa krusialnya asuransi mobil sebagai proteksi terhadap mobil baru Anda. Sebab, asuransi lah salah satu yang sanggup memberikan pemberian atas kerugian finansial, terhadap segala risiko.

Pilihlah asuransi mobil tipe all risk dan total lost only (TLO) cocok dengan kebutuhan dan bujet Anda. All risk bakal menanggung apa-pun risiko yang terjadi, juga lecet di anggota badan, asal cocok dengan ketentuan yang berlaku. Sedangkan TLO cuma menanggung biaya pertanggungan disaat mobil hilang atau mengalami rusaknya sampai rusak total yang nilainya menggapai 75 persen dari harga kendaraan.

Kunjungi Juga : Update Berita Seputar Otomotif Hari Ini

Demikianlah 6 perihal mengenai finansial yang sebaiknya Anda menyimak sebelum memastikan untuk mengganti mobil lama Anda dengan yang baru. Dengan demikian, kondisi keuangan Anda selamanya terjaga dalam kondisi stabil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *