kelompok Perempuan Penunggang Motor di Mesir

Kedatangan Dina Wassef, wanita juru mudi motor awal di Mesir, memancing lahirnya beberapa golongan kalangan hawa juru mudi motor di negara piramid itu.

Suatu panorama alam yang sangat jarang di Mesir, wanita mengendarai motor. Dengan populasi 104 juta jiwa, Mesir ialah negeri konvensional dengan amat sedikit wanita juru mudi motor.

Adat di Mesir membuat perempuan tidak dapat melaksanakan sebagian perihal di ruang khalayak semacam mengemudikan motor serta sepeda.

Belum lama timbul kelompok- kelompok yang mendesak serta mengajari perempun mengemudikan bermacam tipe motor.

Ucap saja Lets Scoot, suatu aksi motor buat perempuan di Alexandria, dibangun pada 2014 dengan tujuan mengajari perempuan naik skuter.

Ada pula golongan Dina Wassef, Egyptian Women Riders Club, mendesak wanita buat tur kisaran Mesir naik motor.

Maggie Mamdouh, instruktur motor di Kairo, berkata kalau salah satu alibi penting perempuan berkendara dengan motor sebab kemacetan kemudian rute.

” Motor serta skuter merupakan metode kilat serta ekonomis buat berpergian sebab Mesir itu macet,” tuturnya pada CNN.

Bersumber pada informasi World Bank, daya muat kemudian rute dekat 3. 000 sampai 7. 000 alat transportasi per jam di kota- kota besar Mesir, semacam Kairo, Giza, serta Qalyub. Kemacetan diakibatkan manajemen kemudian rute serta jaringan jalur yang kurang baik. Akhirnya, ekspedisi menginginkan durasi 2 kali lebih lama.

Bagi Mamdouh, wanita semacam dirinya memilah skuter serta sepeda sebab gampang buat dikendarai di tengah kemacetan. Apalagi lebih kilat dari mobil.

” Dengan skuter, saya dapat hingga ke tujuan separuh jam saat sebelum mobil bila terdapat kemacetan serta di jam padat jadwal,” ucapnya.

Menna Farouk, co- founder Dosy, start- up bimbingan sepeda serta motor, berkata kian banyak perempuan yang mau berlatih naik motor di Mesir. Ia mendirikan Dosy pada 2019 bersama saudaranya sehabis mengetahui Mesir kekurangan instruktur perempuan buat mengajari berkendara di Kairo.

” Kita mendirikan program ini buat merekrut wanita bagaikan instruktur,” cakap Farouk.

Dengan 15 orang instruktur di Kota Alexandria serta Kairo, Dosy

menawarkan bayaran bimbingan, mulai 300 lbs Mesir ataupun Rp 280. 000 sampai 1. 800 lbs Mesir( Rp 1, 6 juta).

Pada awal Dosy bekerja, terdapat 300 perempuan mencatat bimbingan mengemudikan motor. Semenjak dikala itu Dosy sudah melatih 1. 000 perempuan.

Walaupun jumlah perempuan peminat motor bertambah, panorama alam perempuan naik motor sedang dikira abnormal di Mesir.

” Salah satu tujuan kita merupakan mematahkan stereotipe wanita serta motor. Kita mau memastikan warga kalau wanita leluasa melaksanakan apa yang mereka mau,” ucap Menna Farouk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *