MotoGP Teknik Dalam Kecelakaan 2020

MotoGP Teknik Dalam Kecelakaan 2020

Jangan heran jika pebalap MotoGP bisa Pasang Bola segera berdiri dan jalur meski baru saja mengalami crash. Ada lebih dari satu segi yang sebabkan mereka bisa melakukan itu.

Hampir di tiap tiap seri MotoGP tersedia saja pebalap yang mengalami kecelakaan, terasa dari sesi latihan bebas, kualifikasi, dan terlebih disaat balapan . Mulai dari kecelakaan-kecelakaan ringan, sampai mengalami cedera kritis seperti yang kini terjadi pada Marc Marquez.

Namun secara lazim pebalap bisa segera terjadi sementara sesudah mengalami kecelakaan. Meski terseret puluhan mtr. atau terpelanting dari motornya, mereka jarang mengalami cedera serius.

Ada tiga hal yang sebabkan rider-rider itu bisa segera terjadi bersama dengan santainya meski habis kecelakaan. Dikutip dari Redbull.com, ini adalah 3 rahasianya:

1. Penerapan Ilmu Fisika

Peluang selamat saat kecelakaan MotoGP besar lantaran jatuhnya mereka dari motor merupakan ‘jatuh yang terkontrol’. Rider-rider MotoGP tidak mengalami perihal fatal lantaran mereka tidak menghantam benda solid secara segera (misalnya menghantam dinding).
Jorge Lorenzo me ngalami kecelakaan hebat di latihan bebas kedua MotoGP ThailandJorge Lorenzo mengalami kecelakaan hebat di latihan bebas kedua MotoGP Thailand lebih dari satu musim lantas Foto: ist.

Sebaliknya, pebalap MotoGP yang mengalami crash justru terseret di aspal sejauh lebih dari satu puluh meter. Saat terseret itulah kecepatan mengalami penurunan mencolok namun secara bertahap. Jarak terseret (yang merupakan pengereman) yang panjang ini yang menyelamatkan pebalap.

2. Baju Balap yang Canggih dan Aman

Faktor lain yang mempunyai pengaruh besar didalam keselamatan rider MotoGP adalah perlengkapan canggih yang mereka pakai. Baju balap berteknologi tinggi dibikin dari kulit kanguru yang mempunyai energi tahan tinggi namun pada saat seiring nyaman dipakai.
Baca juga: Nah Lho! Yamaha Diinvestigasi sebab Diduga Pakai Mesin Ilegal

Penemuan terbesar didalam teknologi keselamatan pakaian balap adalah proses airbag – yang didalam dua th. paling akhir diwajibkan Dorna dipakai oleh tiap tiap pebalap. Saat sensor mendeteksi terdapatnya kecelakaan, airbag secara otomatis akan mengembang didalam hitungan sepersekian detik. Ini sebabkan rider hanya mengalami sedikit guncangan dan benturan.

Sebagai gambaran, teknologi airbag yang dipakai Alpinestars pada pakaian balap Marc Marquez bisa mengembang secara penuh didalam saat 25 milidetik. Jadi sebelum saat rider menghantam aspal usai mereka terlempar dari motornya, airbag telah semuanya terbuka.
Pebalap Ducati Hector Barbera mengalami kecelakaan di tikungan 2 pada lap kedelapan. Pebalap mengganti Andrea Iannone itu gagal finis.Kecelakaan yang dialami Hector Barbera di MotoGP Jepang lebih dari satu musim lantas Foto: CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo

3. Pebalap MotoGP Terlatih untuk Jatuh

Pebalap MotoGP mempunyai teknik sendiri saat jatuh. Teknik tersebut kudu dipelajari demi jauhi terjadinya cedera serius.

Juara dunia lima kali asal Jerman, Toni Mang, diakui jadi rider yang pertama buat persiapan diri hadapi kecelakaan. Di th. 1980 dia mempekerjakan mantan instruktur dari angkatan bersenjata Jerman.

Instruktur tersebut bukan hanya memberi pelatihan fisik untuk Mang. Tapi juga mengajarinya bagaimana melakukan soft landing.

Dalam kesehariannya, rider-rider motoGP merintis latihan untuk memperkuat otot-otot mereka. Ini sekaligus membantu mereka jauhi cedera saat mengalami kecelakaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *