Review Jupiter MX King 150

Review Jupiter MX King 150

Review Jupiter MX King 150

Kelebihan

– Konsep aerodinamis- Ban balik besar- Fitur banyak- Suspensi lembut- Jok luas serta empuk

KekuranganTaruhan Bola

– Daya kurang responsif- Ban depan ukurannya kira- kira kecil- Suspensi depan senang mentok

Situasi Pengetesan

Durasi: 22- Sep- 2016 19: 50

Dataran Jalur: Aspal

Cuaca: Cerah

Bobot Penumpang: 55 Kg

Materi Bakar: 40%

Titik berat Ban Depan: 25 psi

Titik berat Ban Balik: 29 psi

Temperatur hawa: 28°C

Yamaha kembali menguatkan keberadaan angsa Jupiter bermesin 150 cc dengan memperkenalkan versi King yang berdekatan dengan Honda Supra GTR 150. Dengan bentuk yang bertambah bengis, Jupiter MX King versi terkini ini pula banyak hendak fitur. OtoRider yang berpeluang menjajalnya lumayan terkesima dengan bentuk angsa bermesin berdiri ini yang amat ganteng dikala diamati dari bagian manapun. Terlebih, bertepatan bagian uji yang kita bisa dari Yamaha Indonesia bermotif khas YZF- R1M yang amat menandai motor berperforma besar.

Saat sebelum merasakan semacam apa perfroma sesungguhnya dapur pacunya, hingga kita lebih dahulu merasakan impresi berkendara sekalian berupaya bermacam fiturnya. Dikala telah terletak di joknya juga seluruh fiturnya sanggup menawan.

Wujud panel penanda yang berdesain aksi bertambah ok dengan campuran takometer dengan penanda duri serta spidometer digital. Terlebih dikala rider- nya memutar kunci kontak ke posisi On mendadak layar digital itu hendak menyapa dengan catatan” Hi Buddy”.

Pada layar digital pula ada fitur trip m, odometer, serta nilai spidometer yang gampang terbaca. Terlebih corak layar berkelir biru bertambah menaikkan opini modern serta mutahir pada angsa 150 cc ini.

Berkendara dikala malam pula tertolong dengan pencerahan dari lampu penting, cinta memanglah sebab belum berteknologi LED. Juga begitu, seluruh lampu sein belum LED pula. Ucapan hal lampu, bagian balik motor ini nampak menarik dengan konsumsi sein bentuk terpisah seperti motor gerak badan. Serta nyatanya bila dicermati, lampu sein balik itu sama dengan kepunyaan Byson.

Balik ke pertanyaan warna serta konsep, corak pelek yang dilabur kelir biru pula memantapkan bukti diri YZF- R1M. Apalagi buat mempertegas, kulit jok gunakan 2 corak, ialah biru di bagian rider serta gelap di bagian penumpang.

Dikala OtoRider yang berpostur 170 centimeter dengan berat tubuh 55 kilogram berupaya posisi mengemudinya, terasa cocok serta aman. Penasaran semacam apa rasa bantingan suspensinya hingga kita juga langsung menggeber sang Raja Jupiter ini.

Nyatanya redaman kaki- kaki MX King lumayan berkawan kala melibas dataran jalur tidak datar ataupun dikala berjumpa polisi tidur. Bantingan interupsi lumayan benyek. Sayangnya, sering mentok jika kena lubang dalam ataupun polisi tidur dikala maju lumayan cepat.

Asyiknya, motor dengan berat 116 kilogram ini senantiasa asik dikala dibawa maju cepat. Redaman suspensinya juga terasa afdal dikala kita coba melibas berbagai belengkokan dengan dataran aspal lembut. Serupa sekali tidak ditemui pertanda buritan motor yang tidak teratasi dikala OtoRider berupaya sedikit lean- in. Campuran monoshock di balik serta teleskopik di depan sanggup menjaga motor bermanuver dengan cukup akas. Cuma saja dimensi ban depan justru membuat kita sedikit ketar- ketir.

Bila dicermati, campuran ban depan serta balik lumayan jauh ukurannya. Karet bulat balik nampak besar dengan dimensi 120 atau 70, sebaliknya ban depan cuma 70 atau 90. Jika Kamu hobi cornering, dapat coba ubah ban depan ke dimensi lebih besar supaya terus menjadi yakin diri dikala maju cepat melibas bermacam belengkokan.

Ucapan hal penampilan, kita wajib mengatakan kalau motor bermesin SOHC ini ajakan awal mulanya tidak dapat diucap otomatis. Dikala mengukur akselarasinya gunakan Racelogic Performance Box, motor yang torsi maksimumnya diklaim 14 dk di 7. 000 rpm ini mencatatkan nilai 14, 2 detik dari kondisi bungkam hingga 100 kilometer atau jam. Dengan cara totalitas, versi paling tinggi dari Jupiter MX ini membagikan kehebohan berkendara yang bergengsi.

Perpindahan transmisi 5 percepatan terkategori tidak mengalutkan buat aksi rolling speed, terlebih kopling manualnya pula terasa lumayan enteng. Ditambah posisi setang yang lumayan melekukkan, buatnya gampang dikendalikan bagus di jalan kepribadian cepat ataupun stop and go.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *